VIVAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengaku mendukung pencalonan Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi sebagai calon presiden RI meski usianya sebagai Gubernur DKI Jakarta masih seumur jagung.
Menurutnya, yang menjadi permasalahan bukan lama atau tidaknya menjabat di sebuah tempat, tetapi yang penting keinginan untuk memperbaiki bangsa dan negara. Hal itu, kata Ahok, ditunjukkan Jokowi yang sudah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden.
"Saya juga dulu menjabat di Belitung hanya 17 bulan. Jadi anggota DPR hanya berapa bulan. Yang penting ada keinginan memperbaiki bangsa," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota Jakarta, Jumat, 14 Maret 2014.
Meski tidak ada hubungan darah sama sekali dengan keturunan mediang Soekarno, kata dia, Jokowi dianggap memiliki ideologi seperti Soekarno. Atas dasar itulah, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menunjuk Jokowi sebagai calon presiden.
Sebenarnya, Ahok mengaku sudah bisa menebak pikiran Megawati, karena pada saat mencari pengganti Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR, Megawati tidak memilih dari kelurganya tapi menunjuk orang yang pernah menjadi ajudan Soekarno. Karena dianggap lebih tahu tentang prinsip-prinsip yang diinginkan Soekarno.
"Pak Jokowi itu, meski bukan keturunan Soekarno, kalau saya bilang anak ideologis Soekarno. Maka dari itu Ibu Megawati memilih Pak Jokowi jadi capres," ujarnya.
Sumber: VIVAnews
0 comments:
Post a Comment